CACAR AIR PADA IBU HAMIL

Suatu hari salah seorang sobatku mengirimiku sms untuk menanyakan penyakit cacar air. penyakit yg pernah aku derita waktu jadi murid kelas lima sekolah dasar. Sementara sobatku yang sekarang terserang penyakit yang disebabkan oleh virus Varicella-zoster ini sedang mengandung anak keduanya. Dia bener-bener takut jika terjadi apa-apa pada calon bayinya. Takut jika anaknya tidak terbentuk sempurna/mengalami kecacatan dan kulitnya melepuh. Aku bertanya-tanya dalam hati, apakah dampaknya separah itu? Pengetahuanku sangat minim dan aku hanya dapat menyarankan padanya agar dia berkonsultasi pada ahlinya, dokter kandungan. Karena rasa penasaran ini, aku tanya pada mbah google…..

Sebelum mengetahui infeksi cacar air pada ibu hamil, ada baiknya kita tahu cacar air secara umum. Penyakit cacar air atau yang dikenal dengan varicella merupakan penyakit kulit yang cepat meular, timbulnya tiba-tiba dan paling sering terjadi pada anak-anak namun bisa juga mengenai orang dewasa. Penyakit ini muncul pada penderita yang daya tahan tubuhnya turun. Pada penderita yang memiliki daya tahan tubuh yang sehat, gejala yang ditimbulkan tidak separah dan berlangsung singkat dibandingkan dengan penderita dengan daya tahan tubuh yang buruk. Penyakit ini ditandai dengan keluhan tubuh mendadak lemas, tak mau makan, demam, dan gatal-gatal. Penularannya melalui percikan ludah penderita, bisa juga melalui kontak langsung dengan cairan dari lepuhan kulit penderita atau secara tidak langsung melalui benda-benda yang terkontaminasi oleh cairan lepuh penderita. Masa inkubasi penyakit cacar air berlangsung 17-21 hari. Pada penderita muda, stadium sebelum muncul kelainan kulit muncul (prodromal) jarang dijumpai. Sedangkan pada anak-anak yang lebih besar dan pada penderita dewasa, kelainan kulit ini sering didahului stadium prodromal. Banyak orang yang “terkecoh” dengan penyakit ini. Gejala tubuh lemas, demam, malas makan, mirip dengan gejala banyak penyakit lain seperti campak atau flu. Baru setelah muncul erupsi atau kelainan pada kulit, gejala khas penyakit cacar air mulai jelas. Gejala berikutnya timbul ruam-ruam merah pada awalnya dan kemudian beberapa jam kemudian timbul lepuhan. Bentuk lepuhan ini khas yaitu seperti tetesan embun (tear drops). Apabila diperhatikan, bentuk lepuhan ini tidak rata, tidak ada lekukan di tengahnya (unumbilicated vesicle). Jika terdapat lekukan di tengah lepuhan, biasanya bukan cacar air. jika lepuhan ini digaruk, maka ia akan pecah danterbuka. Akibatnya kulit tidak lagi mempunyai perlindungan dan bisa kemasukan bakteri. Misalnya, jika mandi dengan air yang tidak bersih maka akan ditambah dengan penyakit bakteri kulit. Penyembuhannya pun tidak lagi primer dan biasanya akan mengakibatkan terbentuknya jaringan ikat (scar) yang akan meninggalkan bekas. Mungkin hal ini yang dulu menyebabkan orang tua melarang anaknya yang terkena cacar air untuk untuk mandi. Padahal jika tidak mandi, akan menimbulkan gatal-gatal pada kulit dan penderita berusaha menggaruknya yang dapat menyebabkan pecahnya benjolan-benjolan air tersebut. Jika sudah pecah dan mengenai kulit disekitarnya, akan muncul benjolan-benjolan air lagi dan semakin banyak. Saat cacar air dulu, aku tetap mandi dengan menggunakan air hangat kemudian menambahkannya dengan antispetik cair.

Tidak ada terapi yang spesifik untuk cacar air. apabila demam dapat diberikan obat penurun panas. Untuk mengurangi rasa gatal dapat diberikan bedak yang ditambah dengan zat anti gatal (mengandung mentol, kamfora). Bedak ini selain mengurangi rasa gatal juga mencegah pecahnya lempuhan secara dini. Jika timbul infeksi sekunder dapat diberikan antibiotika.

Yang aku dapat dari kompas.com, penyakit cacar bisa menyerang orang dari segala usia dan penyakit ini biasanya bisa disembuhkan. Namun, jika menginfeksi ibu hamil bisa meningkatkan risiko komplikasi pada ibu dan bayi. Kejadian infeksi cacar air saat hamil sekitar 0.05-0.07 persen. Jumlahnya kecil karena sebagian besar perempuan subur sudah memiliki kekebalan terhadap varisela, tapi jika cacar air diperoleh saat trimester ketiga, risiko pneumonia varisela berpotensi menngancam paru-paru. Cacar air yang terjadi saat trimester pertama kehamilan terutama minggu ke 8 hingga 12, memiliki risiko sindrom varisela kongenital sebesar 2.2 persen, yaitu sindrom cacat lahir pada bayi. Kondisi paling umum adalah jaringan parut pada kulit. Kelainan lain bisa mencakup kepala, masalah mata, berat bayi lahir rendah, dan keterbelakangan mental. Jika infeksi cacar air ini terjadi saat mendekati atau sekitar seminggu sebelum persalinan, bayi berisiko tertular infeksi varisela.

Penyebaran infeksi varisela diungkapkan dr. Caroline terjadi ketika virus menginfeksi bayi yang baru lahir sebelum antibody pelindung diri ditransfer ke bayi. Infeksi virus ini menyebabkan kematian bayi sebesar 25 persen. Jika infeksi cacar air terjadi antara waktu kehamilan 20 minggu hingga mendekati kelahiran tidak terlalu berisiko bagi bayi, tapi lebih besar untuk ibunya. Sang ibu punya peluang terkena pneumonia cacar air sekitar 10 persen yang bisa berakibat parah dan mengancam jiwa.

Perempuan hamil yang terkena cacar air bisa ditangani dengan obat antiviral acyclovir yang aman. Namun, jika kondisi ibu sudah cukup parah, sebaiknya dirawat di rumah sakit untuk mencegah komplikasi. Bagi bayi yang dilahirkan dari ibu yang terkena infeksi cacar air beberapa hari sebelum bersalin, harus diberi VZIg (Varicella-Zoster Ig) sesaat setelah lahir. Sementara jika bayi terkena varisella dalam dua minggu kehidupan pertamanya harus ditangani dengan acyclovir IV.

Untuk mengetahu adakah antibody terhadap virus Varicella, ibu hamil sebaiknya mendapatkan tes antibody saat pemeriksaan pertama kehamilannya.

 

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di informasi kesehatan. Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s